Ilmu dan amal

Ilmu dan amal

Oleh: Abu Farhan, S.Pd.I.

Ilmu dan amal ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat terpisah satu sama lain. Orang berilmu tapi tidak beramal akan mendapat siksa karena ilmunya yang ia sia-siakan, sementara orang yang beramal tanpa ilmu akan tersesat karena amalnya yang sia-sia.

Di akhir surat Al-Fatihah, Allah menegaskan bahwa jalan lurus adalah jalan para nabi dan rasul mulia yang telah Allah beri nikmat. Yaitu, mereka yang senantiasa berilmu dan beramal. Karena kemudian, Allah menegaskan bahwa jalan lurus itu bukanlah jalan orang yang Allah murkai,  yaitu adalah orang-orang Yahudi, yang salah satu sifatnya adalah enggan beramal padahal mereka mengetahui kebenaran. Jalan lurus itu juga bukan jalan orang-orang yang tersesat. Yaitu jalan orang-orang Nashrani yang salah satu sifatnya adalah beramal tanpa ilmu.

Maka wajib bagi setiap muslim dan muslimah untuk memahami pentingnya mengamalkan ilmu, karena sesungguhnya seseorang yang tidak mengamalkan ilmunya maka ilmunya itu akan menjadi hujjah untuk melawannya. Di dalam hadits Abu barzah nabi bersabda:

“لا تزول قدما عبد يوم القيامة حتى يسأل عن أربع،ومنها : وعن علمه ماذا عمل فيه”

Sabda Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam, “Tapak kedua kaki seorang hamba kelak di hari kiamat tidak akan bergeser hingga ia ditanya tentang  empat perkara diantaranya tentang  ilmunya, apa yang telah ia amalkan (HR Tirmidzi, ia berkatan hasan shahih, dishahihkan Syaikh Albani)

وما أحسن قول الفضيل بن عياض رحمه الله : (لا يزال العالم جاهلاً حتى يعمل بعلمه فإذا عمل به صار عالماً).

Al-Fudhail bin ‘Iyadh berkata, “Seorang alim tetap dalam keadaan bodoh hingga ia beramal dengan ilmunya. Jika ia telah beramal, barulah ia menjadi seorang alim (yang sesungguhnya)”

Syaikh Abdullah al-Fauzan berkata, “Perkataan (fudhail) ini sangat teliti. Jika seseorang memiliki ilmu, lalu ia tidak mengamalkannya, maka sesungguhnya tidak ada perbedaan antara dia dan orang bodoh (tidak berilmu).”

Lebih dari itu, amal adalah sebesar-besar sebab kuat dan langgengnya ilmu yang ada pada seseorang. Orang yang ilmunya tidak diamalkan, ilmunya akan cepat hilang.

ولهذا قال بعض السلف : (كنا نستعين على حفظ الحديث بالعمل به) اقتضاء العلم العمل ” : (ص90) .

Oleh kerena itu sebagian salaf berkata, “Kami membantu hapalan hadis kami dengan cara mengamalkannya.”

Dengan amal, ilmu juga akan bertambah.

Sebagian ahli ilmu juga berkata, “Barang siapa yang beramal dengan ilmunya, Allah akan berikan ia ilmu yang sebelumnya tidak ia ketahui. Dan barang siapa yang tidak mengamalkan apa yang diilmuinya, sangat mungkin Allah akan menghilangkan ilmunya.

Demikian khutbah yang pertama wal hamdulillahi Rabbil alamin

Alhamdulillah wash-sholatu was salamu ala Rasulillah, amma ba’du:

Telah diketahui bahwa agama Islam adalah agama rahmatan lil alamin yang mengajarkan agar pemeluknya memperhatikan hubungan dengan sesama, maka Islam mengajarkan agar umatnya saling kerjasama, saling tolong-menolong, saling empati terhadap sesama dan membuang jauh-jauh sikap individualisme atau egoisme. Karena tujuan Allah menurunkan kitab suci Al quran bukanlah untuk dibaca saja, bukanlah untuk dipahami saja tapi juga harus diamalkan.baik secara individu maupun berjamaah. Contoh penerapan di dalam etika sosial firman Allah Taala di dalam surat Al maun:

1. tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

2. Itulah orang yang menghardik anak yatim,

3. dan tidak menganjurkan memberi Makan orang miskin.

Lihatlah bagaimana Islam memperhatikan posisi orang-orang lemah. Mendorong untuk menolong orang-orang yang membutuhkan bantuan. Tidak hanya itu saja bagaimana kita melihat profil dari akhlak dan rasa empati dari para sahabat. Kita ambil contoh kisah sahabat yang mulia sa’ad bin Rabi.

Tatkala Rasulullah saw. dan para sahabat beliau diijinkan Allah hijrah ke Madinah. Abdurrahman menjadi pelopor bagi orang-orang yang hijrah untuk Allah dan Rasul-Nya. Dalam perantauan, Rasulullah mempersaudarakan orang-orang muhajirin dan orang-orang Anshar. Maka Abdurrahman bin Auf dipersaudarakan dengan Sa’ad bin Rabi’ al-Anshari r.a.Pada suatu hari Sa’ad berkata kepada saudaranya, Abdurrahman, “Wahai saudaraku Abdurrahman! Aku termasuk orang kaya di antara penduduk Madinah. Saya mempunyai harta,maka untukmu separuhnya dan aku memiliki dua istri. Maka Pilihlah olehmu mana yang kamu sukai dari keduanya. Maka akan aku cerai dan setelah halal nikahilah dia.”Jawab Abdurrahman bin Auf, “Semoga Allah melimpahkan berkah-Nya kepada Saudara, kepada keluarga Saudara, dan kepada harta Saudara. Saya hanya akan minta tolong kepada Saudara menunjukkan di mana letaknya pasar Madinah ini.”

Ini cerita yang sangat menakjubkan, yang mewujudkan ukhuwah islamiyyah. ini adalah bentuk dari itsar (mengutamakan orang lain) Berat sama-sama dipikul dan ringan sama-sama dijinjing dan saling mengasihi antara sesama. Ini merupakan perbuatan yang sangat langka pada pada jaman sekarang. apakah kita sudah benar-benar mencontoh mereka?!mencontoh salafus sholeh, mencontoh akhlak mereka?

Kalau seandainya akhlak dan perilaku seperti ini diterapkan di masyarakat kita tentu saya yakin akan terwujudnya persaudaraan kaum muslimin yang kuat dan kokoh dan akan menghilangkan kesenjangan sosial yang ada.

Terakhir, mari kita lebih giat lagi mencari ilmu dan lebih bersungguh-sungguh lagi dalam mengamalkannya. Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang diberi petunjuk jalan.  Yaitu jalan orang-orang yang mencintai syariat Allah dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam serta memegangnya dengan teguh, dan mengikuti para sahabat  dan salafush sholeh, aqidahnya, manhajnya, ibadahnya, dan akhlaknya. tanpa rasa takut dan remeh di hadapan orang-orang yang selalu mencela dan menghina. Wallahu Ta’ala a’lam.

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: