Tips Belajar di Mediu

Tips Belajar di Mediu (Madinah International University)

Oleh : Agus Santoso

Bismillahir Rahmanir Rahim,

Alhamdulillah wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah Amma ba’du:

Mediu adalah salah satu universitas internasional berbasis virtual (jarak jauh) yang berorentasi pada pembelajaran dzatiyah (mandiri), maka ketekunan dan kedalaman pemahaman mahasiswa terhadap telaah kitab madah merupakan nilai yang sangat berharga pada diri setiap mahasiswa, maka dari sini didapati ada perbedaan yang signifikan antara mahasiswa satu dengan yang lainnya sesuai dengan tingkat ketekunan dan pemahaman. Mahasiswa yang mencurahkan perhatiannya dan meluangkan waktunya untuk membaca dan memahami madah, aktif membuka ALIM dan mengerjakan tugas-tugas yang ada tentu berbeda dengan mahasiswa yang kurang aktif dengan perkara-perkara di atas. Bagi mahasiswa yang kurang aktif dengan kemahasiswaannya tidak dapat  dengan mudah untuk disalahkan, karena dimaklumi bahwa sebagian besar mahasiswa –hasba ilmi – mereka punya kesibukan di luar, ada yang sebagai guru sekolah, kuliah, atau pekerja pada instansi tertentu, dalam hal ini merupakan konskwensi dari syariat untuk mencari nafaqah keluarga, karena sebagian besar mahasiswa MEDIU Indonesia –hasba ilmi- sudah berkeluarga. Ini perlu diacungi jempol atas semangat mereka untuk bisa belajar meskipun sibuk dengan urusan keluarga –semoga Allah Ta’ala memudahkan kita semua dalam menuntut ilmu-.

Pembelajaran di MEDIU  kalau dilihat tugas kemahasiswaannya sebenarnya hampir sama dengan kuliah reguler, karena mahasiswa dituntut untuk bisa meluangkan waktu sekitar 3-4 jam setiap harinya disamping beriteraksi dengan ALIM dan mengikuti tutor dengan dosen. Maka bagi mahasiswa yang free tentu lebih mudah untuk mengatur waktunya, tinggal membuat jadwal belajar mandiri dari waktu pagi sampai sebelum dhuhur, sedangkan waktu sore dan malam bisa digunakan untuk berinteraksi dengan ALIM. Lalu bagaimana dengan mahasiswa yang non free (punya kesibukan di luar)?

Diantara kiat-kiat belajar di mediu adalah:

1.  Hendaknya mahasiswa meluruskan niat untuk menuntut ilmu syar’i karena Allah ta’ala, bukan untuk mendapat gelar S1 dari luar negeri, bukan juga untuk mendapatkan sebutan “KEREN belajar di MEDIU via Internet” bukan juga ingin mendengar namanya dibubuhi dengan kata “ustadz atau ustadzah”, ataupun lainnya.

2. Hendaknya mahasiswa bersungguh-sungguh dalam belajar meski semangat sering kali menurun. Pertemuan mahasiswa dengan Syaikh dan mahasiswa lain Timur Tengah dalam lecture atau tutorial sering kali menaikkan semangat kita. Namun, tatkala tutorial atau lecture berlalu, semangat kita pun berlalu. Wallahul musta’an.

3. Hendaknya mahasiswa meluangkan waktu yang banyak untuk membaca kitab sebagaimana yang telah terjadwalkan di Alim setiap pekannya. Setelah membaca kitab, hendaknya mahasiswa mengerjakan tadrib yang ada di dars Alim (الدروس التفاعلية) untuk menguji pemahaman dan memantapkan ingatan.

4. Hendaknya mahasiswa sabar, membaca kitab yang dhokhmun (tebal) dan tidak terburu-buru ingin cepat selesai membacanya. Jika perlu, mengambil intisari dari setiap maudhu’ dan menuliskannya kembali dalam bahasa sendiri (dalam bahasa Arab).

5.  Sebagaimana seorang bayi yang memiliki makanan utama ASI dan makanan pendamping, Thullab Mediu pun demikian. Kutub muqorror dan maroji’ lainnya adalah kitab utama bagi penuntut ilmu Mediu dan kitab berbahasa Indonesia adalah kitab pendamping mereka demi memenuhi kebutuhan belajar mandiri yang terkadang sulit ingin bertanya kepada siapa seperti Kitab Siroh nabawiyah adalah kitab utama dan kitab terjemahan Siroh Nabawiyah menjadi makanan pendamping. Dan tentunya kamus bahasa Arab adalah penghilang rasa hausnya.

6.  Jika mahasiswa membutuhkan istifsarat, jangan ragu untuk mengirim email kepada syaikh lalu sabarlah dalam menunggu jawaban syaikh.

7. Mahasiswa hendaknya sering membuka Alim. Terkadang syeikh memberikan pengumuman-pengumuman penting seperti pada saat hari yang sama mengumumkan muhadhoroh pengganti atau idhofiyyah (kuliah tambahan). Sungguh sangat rugi bagaikan kehilangan unta merah di padang pasir ketika satu jam bersama syeikh hilang tertiup angin karena terlambat membaca pengumuman.

8.  Hendaknya mahasiswa mengerjakan ansyithoh tepat waktu. Di saat anda membuka alim, dan menemukan tugas, sebaiknya anda kerjakan saat itu juga atau minimal anda mencicil jawabannya.

9. Hendaknya mahasiswa mencatat waktu muhaddad wajibaat dan imtihaanaat di meja belajar masing-masing agar menjadi reminder sehingga tidak terlambat menyerahkan tugas.

10.Hendaknya juga mahasiswa menyimpan jadwal kuliah semua grup, tidak hanya grup dia sendiri sehingga jika ada kesempatan ia dapat mengikuti kelas lain untuk mengambil istifadah dengan meminta izin terlebih dahulu kepada syeikh di dalam majlis beliau (dim dim).

11.Hendaknya mahasiswa memperhatikan jadwal akademik. Jika perlu, ditempel di meja belajarnya agar ia tidak terlambat jika sewaktu-waktu ia membutuhkannya seperti tanggal permohonan cuti, permohonan ujian susulan, perpindahan workload studi (beban studi), dan sebagainya karena permohonan yang demikian hanya dilayani pada waktu yang telah ditetapkan.

12.Mahasiswa hendaknya sering membuka milis minimal sepekan sekali maksimal setiap hari atau 2 hari sekali. Email alim yang tergabung dalam milis sebagai sarana informasi akademik, tempat bertanya kepada teman yang lain, saling bertukar khulashoh dan kisi-kisi soal, dan lainnya.

13.Hendaknya saat Liqoat mubasyaroh, mahasiswa benar-benar bersungguh-sungguh di depan jihaz (computer). Sebelum liqo, hendaknya mahasiswa memperhatikan modem, computer, baterai laptop, sound system atau menyiapkan earphone, installer flash player 9.0 tersendiri jika di warnet. Jika perlu, menyiapkan minum atau makanan ringan di samping jihaz untuk menyiapkan stamina yang fit saat muhadhoroh terutama muhadhoroh pada tengah malam.

14.Hal pendukung lainnya seperti modem dan computer, kutub MEDIU. Banyak ikhwah kita yang kesulitan dalam hal ini. Wasta’in billah, yassurullahu umuurona wa umuuroki.

15.Tips untuk mengoptimalkan kinerja modem saat muhadhoroh. Sering kali, kita bermasalah koneksi yang kurang bagus saat liqoat mubasyaroh yang membuat kita semakin lelah karena mendengar suara yang terputus-putus dan kurang bermanfaat. Untuk itu, hendaknya kita mensiasati jihaz kita.

a.  Pilihlah modem yang koneksinya bagus di lingkungan tempat tinggal kita dengan harga paket unlimited relatif murah yang bisa terjangkau.

b.   Untuk mengoptimalisasi internet, gunakan internet untuk browsing-browsing yang dibutuhkan saja misal, untuk melihat wajib cukup untuk mengaksesnya satu kali, copy-paste di file word beserta waktu muhaddad atau mencatatnya, dan kedua kalinya untuk meng-upload jawabannya. Manfaatkan fasilitas الدروس التفاعلية  offline. Memanfaatkan fasilitas ini langkah pertama anda harus mengunduh الدروس التفاعلية di studentportal bagian مواد التعليمية  setelah itu anda extract dan simpan di computer. Pelajarilah dars Alim dengan file dars yang telah anda simpan di computer (mengakses dars alim secara offline). Akses dars Alim secara online cukup menyita waktu dan beban kerja internet. Hal ini diharapkan memori paket unlimited anda akan hemat, dan masih mencukupi untuk liqoat mubasyaroh yang biasanya 2 kali dalam sebulan dan bagi anda yang di warnet, anda akan meminimalkan kunjungan ke warnet. Bagi yang belum memiliki computer di rumah, wasta’in billah yassurullahu umuurona wa umuurokum, baarokallahu fiikum.

(dinukil dari tulisan neneng atikah)

Allahu Ta’ala a’lam Kalau kita cermati sebagian kiat-kiat belajar di atas berat untuk mahasiswa non free (sibuk) terutama poin ke 3 dan 4 karena membutuhkan waktu yang banyak, lalu bagaimana tips tambahan untuk mahasiswa non free?

Sekedar untuk berbagi pengalaman –karena ana termasuk mahasiswa non free-, berikut ini kiat-kiatnya:

1.        Pandai-pandai dalam mengatur waktu, kalau bisa betul-betul di manaj waktu luang kita, agar tidak terbuang percuma. Misalnya kalau setiap hari kita bekerja dari pagi sampai siang atau mungkin sampai sore, maka kita ambil waktu untuk MEDIU, misalnya waktu luang ba’da shalat ‘Ashr sampai malam sekitar 3 jam, maka 3 jam itu disusun jadwal untuk membaca kitab madah kalau ada 5 madah/sem berarti setiap madah diberikan waktu sekitar 1/2 jam. Jangan lupa untuk menggaris bawahi setiap kalimat atau paragraf yang dianggap penting.

2.        Mempergunakan waktu liburan untuk mencicil membaca kitab madah, kalau diperhatikan masa-masa transisi antara 2 semester lumayan lama 1 bulan lebih, maka diusahakan setelah selesai tes semester akhir, segera mencari jalan untuk pengadaan kitab madah, entah itu memesan atau mencetak sendiri setelah jadi tanpa menunggu kuliah masuk segera membaca kitab madah.

3.        Minimal sepekan sekali membuka ALIM untuk melihat tugas-tugas, cukup mencopy paste wajibat atau muntadayat beserta waktu akhir pengerjaannya lalu dikumpulkan dulu dan dikerjakan pada waktu hari libur misalnya hari ahad, adapun quiz dilihat dulu, jika waktunya mendesak segera dikerjakan pada waktu tersebut tapi jika masih, longgar bisa dikerjakan lain waktu tapi jangan lupa untuk mencatat batas akhir pengerjaannya.

4.        Membuat ringkasan untuk pesiapan tes mid sem atau semester.

5.        Mengambil jumlah mata kuliah batas minimal, misalnya: kalau diperbolehkan mengambil 4 mata kuliah maka cukup diambil 4 saja meskipun masih bisa menambah 1 mata kuliah, hal ini untuk memangkas kepadatan waktu belajar.

6.        Kalau memang super sibuk tidak sempat membaca madah, ya terpaksa untuk persiapan tes bisa menggunakan bacaan dars syukrum ALIM. dan dars Syukrum itu merupakan ringkasan Madah dan mudah dicerna serta dihafal.

Allahu A’lam

Satu Tanggapan

  1. jazakumullah khairan untuk tipsnya
    insyaAllah sangat bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: