Bid’ah

BID’AH

بسم الله الرحمن الرحيم

A.    Definisi bid’ah

1.      Bid’ah secara bahasa: membuat suatu perkara baru yang belum ada semisalnya (Al Madkhol Ila Al Aqidati Al Islamiyyah: 359).

2.      Bid’ah secara istilah:

عِبَارَةٌ عَنْ طَرِيقَةٍ فِي الدِّينِ مُخْتَرَغَةٍ تُضَاهِي الشَّرِيعَةِ يُقْصَدُ بِالسُّلُوكِ عَلَيهَا الْمُبَالَغَةُ فِي التَّعَبُّدِ للهِ سُبحَانَه

Ungkapan tentang suatu jalan yang diada-adakan di dalam agama ini yang menyerupai syariat, tujuan melalui jalan itu yaitu berlebih-lebihan dalam beribadah kepada Allah” (Al I’tishom,  AL Imam Asy-syatibi, 1: 37).

Penjelasan:

o   Suatu jalan yang diada-adakan: maksudnya jalan yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

o   Di dalam agama ini: maksudnya sesuatu yang diada-adakan dalam perkara agama Islam, dan diyakini hal itu adalah termasuk dari ajaran Islam, maka jelas bahwa sesuatu yang diada-adakan yang bukan perkara agama itu bukan termasuk bid’ah secara istilah.

o   Yang menyerupai syariat: artinya hal yang diada-adakan tesebut menyerupai syariat Islam, dan bukan syariat Islam.

o   Tujuan melalui jalan itu yaitu berlebih-lebihan dalam beribadah kepada AllahTa’ala: jadi tujuan ahli bid’ah adalah berlebih-lebihan dalam beribadah kepada Allah Ta’ala, yaitu merasa kurang dengan ibadah yang telah ditetapkan, dan mereka meyakini bahwa perkara bid’ah yang mereka lakukan itu adalah amalan untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Oleh karena itu ahli bid’ah sulit kembali ke jalan yang benar karena mereka tidak merasa bersalah apalagi berdosa besar.

B.     Macam-macam Bid’ah

  • Bid’ah dibagi menjadi 2:

1.      Bid’ah qouliyah I’tiqodiyah: seperti perkataan firqoh sesat:

a.       Jahmiyah: Allah Ta’ala tidak memunyai nama dan sifat

b.      Mu’tazilah: pelakui dosa besar tidak mukmin dan tidak pula kafir, tetapi bertempat diantara dua tempat, namun di akherat kekal di neraka.

c.       Syiah rafidhoh: imam mereka maksum dan mengetahui perkara yang ghoib

d.      Khowarij: mengkafirkan pelaku dosa besar

e.       Murjiah: pelaku dosa besar imannya tetap sempurna

f.       Sufiyah: para wali mereka kedudukannya lebih tinggi dari nabi, karena mereka menerima wahyu langsung dari Allah Ta’ala tanpa perantara malaikat jibril, dll.

2.      Bid’ah fi al ‘ibadah: yaitu bid’ah dalam beribadah, bid’ah ini dapat dibagi menjadi 4:

a.       Bid’ah tersebut muncul dari asal ibadah, yaitu mengada-adakan ibadah yang tidak ada asalnya dalam syariat sama sekali, seperti: selamatan orang meninggal, peringatan maulud nabi, sholat dengan duduk, puasa ngebleng, atau ngrowot, atau mutih, dll.

b.      Bid’ah yang muncul dari penambahan ibadah yang disyariatkan, yaitu melakukan suatu ibadah yang tata-caranya tidak sesuai, seperti: sholat dhuhur empat rekaat.

c.       Bid’ah dalam sifat atau tata cara ibadah yang disyariatkan, seperti: dzikir berjama’ah, dzikir dengan menggerak-nggerakkan kepala ke kanan dan ke kiri bahkan mungkin ada yang pingsan seperti orang-orang shufi.

d.      Bid’ah karena mengkhususkan waktu ibadah yang tidak dikhususkan oleh syariat, seperti: sholat dan puasa nisfu Sya’ban

  • Bid’ah juga bisa dibagi 2:

a.       Bid’ah hakikiyah: bid’ah yang tidak ada dalilnya sama sekali baik dari Al Quran maupun As sunnah maupun ijma’ muslimin.

b.      Bid’ah idhofiyah : sesuatu yang pada asalnya disyariatkan akan tetapi salah dalam penerapannya, baik mengkhususkan waktu, tata cara, ataupun keadaan tertentu, contoh: sholawat nabi sebelum adzan, sholat rawatib berjamaah, membaca Al Quran dalam sujud atau rukuk, bacaan dzikir imam dan doa dengan keras untuk para hadirin.

  • Bid’ah bisa juga dibagi 2:

a.       Bid’ah fi’liyah, contohnya seperti di atas

b.      Bid’ah tarkiyah, yaitu mengharomkan sesuatu yang dibolehkan atau dihalalkan syariat, seperti tidak menikah, sholat malam terus dan tidak tidur, puasa terus dan tidak berbuka.

  • Macam-macam bid’ah yang lainnya:

a.       Bid’ah mukaffiroh: yaitu bid’ah yang dapat mengeluarkan pelakunya dari Islam, seperti thowaf di kuburan, meminta pertolongan kepada para nabi atau wali, menyembelih untuk kuburan wali, dll.

b.      Bid’ah muharromah, seperti: bertawasul kepada Allah dengan orang yang telah mati, membangun masjid di kuburan, sholat di kuburan, dll.

c.       Bid’ah makhruh tahriman, contoh sholat dhuhur setelah sholat jumah, membaca Al Quran agar di beri upah, ibadah nisfu sya’ban, maulud nabi, dll.

d.      Bid’ah makhruh tanzihan: seperti: bersalaman setelah sholat, do’a ‘asyuro’, do’a awal tahun dan akhir tahun, dll.

C.     Akibat perbuatan bid’ah:

1.      Bid’ah adalah dosa yang paling besar kedua setelah syirik, karena pelaku bid’ah telah berani mengangkat dirinya sebagai pembuat syariat bersama Allah.

2.      Ahli bid’ah secara tidak langsung telah berani menuduh Rasulullah berkianat terhadap risalah, karena menganggap agama Islam ini tidak sempurna, perlu ditambahi atau dikurangi, padahal Allah telah berfirman:

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu.(Al Maidah:3)

3.       Ahli bid’ah sulit diharapkan taubatnya, karena mereka meresa tidak melakukan perbuatan dosa. Oleh karena itu syaiton sangat senang dengan pelaku bid’ah dari pada pelaku maksiat.

D.    Jalan agar terjauhkan dari bid’ah:

1.      Bersemangat dalam menuntut ilmu syar’I, mengamalkan dan mendakwahkannya sesuai dengan kemampuan.

2.      Memahami Al Quran dan As Sunnah sesuai dengan pemahaman para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka.

3.      Menjauhi dari perbuatan bid’ah,  pelakunya, buku-bukunya, dan shubhat-shubhat mereka

4.      Mencari tempat tinggal yang aman dari ritual-ritual bid’ah

5.      Bergaul dengan saudara se ahlus sunnah

6.      Berdo’a kepada Allah agar diberi taufiq dan diselamatkan dari perbuatan bid’ah. Wallahu Ta’ala a’lam.

Penulis : Abu Farhan

https://abufarhanzaki.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: