bahaya syirik

BAHAYA SYIRIK

Ketahuilah bahwasannya kesyirikan, yaitu mensekutukan Allah dengan mahluk-Nya dalam ibadah merupakan kedholiman yang paling besar, bahaya yang paling menghancurkan dikarenakan kesyirikan adalah memberikan hak yang khusus dimiliki Allah diberikan kepada selain-Nya. Maka dosa apakah yang lebih besar bahayanya, lebih menghancurkan pelakunya dari pada syirik? Tidak ada yang lebih besar dosanya dari pada kesyirikan. Di antara bentuk bahaya dan dosa yang disebabkan syirik yaitu: Pertama: kesyirikan dapat menghapuskan seluruh amalan kebaikan yang pernah dikerjakan. Perhatikanlah firman Allah  yang ditujukan kepada Nabi-Nya dan kepada seluruh umatnya: “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) sebelummu: “Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapus amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi”. (QS. Az-Zumar: 65) Maka, dosa apa yang lebih besar bahayanya dari pada dosa syirik? Coba bayangkan! Seorang telah lelah-lelah beramal, beramal dengan amalan kebaikan tetapi amalan yang ia kerjakan tersebut tak berguna bagi dirinya, amalan tersebut hilang bagikan debu yang beterbangan disebabkan syirik yang ia kerjakan. Maka hilanglah semua pahala dan semua kebaikan dari amalan yang telah ia kerjakan. Kejelekan yang kedua dari dosa syirik adalah bahwasannya Allah  tidak akan pernah mengampuni dosa seseorang yang melakukan kesyirikan kepada-Nya. Kecuali bertaubat dengan taubatan-nashuha, taubat dari dalam hatinya dan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk tidak mengulanginya serta menyesali perbuatan yang telah ia kerjakan. Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”. (QS. An-Nisa’: 48) Wahai kaum muslimin Waspadalah dari dosa yang menghancurkan ini, dosa syirik baik syirik besar atupun syirik kecil, yang nampak ataupun yang tersembunyi. Dengarkanlah wahai kaum muslimin, dengarkanlah firman Allah yang memperingatkan akan bahaya dari dosa syirik, dosa yang akan menyebabkan seseorang masuk kedalam adzab yang pedih, adzab yang keras lagi menghinakan, Allah berfirman: janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (QS. Lukman: 13) Dia juga berfirman: “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun”. (QS. Al-Maidah: 72) Dan masih banyak sekali ayat-ayat yang menjelaskan akan jeleknya kesyirikan, mensekutukan Allah . Rasulullah  juga banyak sekali memperingatkan umatnya dari bahaya syirik, beliau menjelaskan bahwasannya syirik adalah dosa terbesar dari dosa-dosa besar. Rasulullah bersabda: أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ ثَلاَثًا قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ اْلإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ “Maukah kalian aku kabarkan tentang dosa terbesar dari dosa-dosa besar, Rasulullah mengulangi ucapannya 3 kali, maka para sahabat menjawab: “Ya, wahai Rasulullah!” Maka rasulullah melanjutkan: “Syirik, mensekutukan Allah, durhaka kepada orang tua…” (HR. Bukhori) dalam sabdanya yang lain, Rasulullah  memerintahkan kepada umatnya agar menjauhi kesyirikan, karena kesyirikan adalah dosa yang menghancurkan, Rasulullah  bersabda: اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَكْلُ الرِّبَا وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ الْغَافِلَاتِ “jauhilah oleh kalian 7 hal yang membinasakan. Para sahabat bertanya: apa itu ya Rasulullah? Rasulullah kembali bersabda: “mensekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang Allah haramkan untuk dibunuh kecuali dengan haknya, memakan hasil riba, memakan harta anak yatim, lari dari peperangan dan menuduh wanita muslimah yang menjaga dirinya berbuat zina” (HR. Bukhori dan Muslim) Ketahuilah wahai kaum muslimin! Rasulullah telah mendahulukan kesyirikan dari pada selainnya, telah mendahulukan mensekutukan Allah dari pada dosa-dosa yang menghancurkan selainnya. Ini menunjukkan betapa besar bahayanya, betapa jelek perbuatan syirik yaitu mensekutukan Allah kepada selain-Nya. Kemudian jauhuilah juga syirik kecil karena syirik kecil ini merupakan lorong yang akan menghantarkan seseorang kepada perbuatan syirik besar. Oleh karena itu, wajib bagi kaum muslimin seluruhnya untuk menjauhi kesyirikan baik syirik besar ataupu syirik kecil. Rasulullah bersabda: إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ قَالُوا وَمَا الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الرِّيَاءُ “yang paling aku takutkan akan menimpa kalian adalah syirik kecil” para sahabat bertanya: “apa syirik kecil itu wahai Rasulullah? Rasulullah bersabda: “Riya”(HR. Ahmad) Riya’ yaitu seseorang yang beribadah dengan amalan kebaikan yang ia ingin agar dipandang oleh manusia serta mendapatkan pujian dari mereka. Oleh karena bahaya dari kesyirikan yang begitu besar maka hendaklah kita senantiasa berdoa kepada Allah agar kita dijauhkan dari perbuatan syirik. Diantara sebab-sebab tersebarnya Kesyirikan di masyarakat muslim ini adalah: 1. Kebodohan akan hakikat dan tujuan Allah mengutus para Rasul, jahil terhadap konsekuensi tauhid, tidak mengerti akan sarana yang dapat menghantarkan terjadinya kesyirikan dan kebodohan manusia terhadap tipu daya setan. Maka obat dari penyakit ini adalah menuntut ilmu yang mana dengan adanya ilmu pada diri seseorang akan diketahui mana yang dilarang dan mana yang diperintahkan sehingga tidak terperosok pada hal-hal yang telah dilarang oleh Allah. 2. Hikayat atau dongeng tentang kubur, cerita-cerita tentang penggungan kepada kubur-kubur atau orang-orang yang telah mati ataupun para wali. Cerita dari mulut ke mulut yang kalau ditelusuri tak ada ujung pangkalnya. Seperti seseorang yang datang ke kuburan syeikh, kyai, atau wali fulan untuk meminta pertolongan. Dengan penuh kesungguhan ia meyampaikan permohononannya. 3. Mereka jahil, bodoh akan hakikat tauhid dan tidak paham akan lawannya (syirik) Dimana mereka menganggap seorang yang telah mengucapkan kalimat tauhid La ilaha illaLlah sudah menjadi seorang muslim sejati. Oleh kerena itulah tidak mengherankan jika sering kita dapati, ketika berbicara tentang tauhid tidaklah mereka memahaminya kecuali tauhid rububiyah. Maka obat dari penyakit ini adalah mencari ilmu dengan pemahaman yang benar yang datangnya dari Rasulullah . Jamaah kaum muslimin yang dirahmati Allah 4. Berlebih-lebihan terhadap orang-orang shalih serta berlebihan dalam mengagungkan mereka Kebiasaan jahiliyah ini masih tetap diwarisi oleh umat Islam sampai hari ini. Baik yang mereka lakukan pada orang-orang shalih yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Perbuatan inilah yaitu berlebih-lebihan dalam mengagungkan orang-orang sholeh adalah perbuatan yang biasa dilakukan oleh yahudi dan nasrani, mereka membangun kubah-kubah di atas kuburan orang yang sholeh. Oleh karena itu rasulullah sangat melarang seorang membangun bangunan di atas kuburan. Belum lagi peranan mereka yang dianggap ulama yang tidak paham tauhid dan konsekuensinya ikut memperparah. Atau bisa jadi merekalah penyebar kesesatan yang menyesatkan umat. Maka merupakan kewajiban yang harus kita kerjakan adalah menjauhi kesyirikan dan meninggalkan semua hal yang dapat menjerumuskan kepadanya. Wallahu a’lam bisshowab

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: